Proses Bayi Tabung Sebagai Salah Satu Solusi Kesuburan


Bagi pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah namun belum dikaruniai keturunan, merencanakan untuk mencoba proses bayi tabung bisa menjadi alternatif solusi yang layak untuk dicoba. Hingga saat ini, program In Vitro Fertilization (IVF) telah menjadi sarana untuk mendapatkan keturunan oleh banyak pasangan. Sudah banyak pasangan yang tertolong dengan program IVF sehingga sekarang mereka sudah memiliki keturunan. Bagi Anda yang masih belum memantapkan niat karena belum mengerti dengan benar bagaimana prosesnya, berikut ini adalah proses IVF sebagai tambahan wawasan untuk Anda dan pasangan.



Disebut sebagai bayi dalam tabung, sebenarnya proses IVF ini sama sekali tidak ada unsur bayi yang dibesarkan di dalam tabung. Kata tabung hanya merujuk pada cawan tempat pembuahan di luar rahim ibu. Setelah terjadi pembuahan atau setelah 3 hingga 5 hari pasca pembuahan, embrio yang terbentuk akan kembali dimasukkan ke dalam rahim ibu sehingga bayi tetap akan dibesarkan di dalam rahim. Secara lebih jelasnya, berikut ini adalah proses In Vitro Fertilization yang perlu Anda ketahui:

  1. Stimulasi ovarium.
Sel telur yang diproduksi oleh wanita merupakan salah satu komponen yang penting untuk mendapatkan keturunan. Dalam proses IVF, organ reproduksi wanita diberikan stimulasi sehingga menghasilkan sel telur dalam jumlah yang cukup banyak dan sehat. Dengan semakin banyak sel telur sehat yang dihasilkan, maka akan semakin besar kemungkinan untuk terjadinya pembuahan.

  1. Pematangan sel telur.
Setelah terbentuk sel telur, ibu akan kembali diberikan suntikan untuk memicu pematangan sel telur dengan sempurna. Suntikan ini harus tepat waktu agar sel telur matang dan sehat.

  1. Pengambilan sel telur.
Setelah sel telur matang atau sekitar 34 hingga 36 jam pasca ibu diberikan suntikan pematangan, sel telur akan diambil melalui pembedahan kecil. Jangan khawatir karena ibu akan diberikan anestesi sehingga tidak merasakan sakit.

  1. Pembuahan luar.
Setelah sel telur diambil, proses selanjutnya adalah pembuahan oleh sperma yang terlebih dahulu dipilih yang terbaik untuk meningkatkan kesempatan terjadinya pembuahan. Pembuahan luar di periksa selama 12 hingga 24 jam dan apabila terjadi reaksi pembuahan maka hasil pembuahannya dimasukkan ke dalam wadah khusus.

  1. Pemindahan embrio.
Pembuahan yang sudah terbentuk tadi dibiarkan selama 3 hingga 5 hari sembari mempersiapkan rahim ibu untuk menerima embrio. Setelah masanya tiba, embrio akan disuntikkan kembali ke rahim ibu agar bisa menempel di dinding rahim yang telah dipersiapkan sebelumnya.

  1. Kehamilan.
Setelah menanamkan kembali embrio yang berhasil, kandungan ibu akan terus dipantau hingga mencapai usia lebih stabil. Perlu diperhatikan, kegagalan proses IVF bisa terjadi di fase apapun sehingga ibu tetap harus berhati-hati meski sudah mendapatkan proses penanaman embrio kembali.

Proses IVF tersebut di atas, merupakan proses yang aman dan seharusnya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terdidik dan berpengalaman. Rumah sakit atau klinik fertilitas yang digunakan untuk proses bayi tabung juga seharusnya memiliki fasilitas yang dibutuhkan sehingga proses IVF ini memiliki kesempatan berhasil yang semakin besar. Proses IVF ini merupakan solusi yang menjanjikan baik untuk masalah kesuburan yang dialami oleh calon ayah maupun oleh calon ibu. Meski begitu, ada kalanya proses IVF dikombinasikan dengan program kesuburan lainnya misalnya stimulasi sperma jika terbukti sperma calon ayah kurang kuat untuk melakukan pembuahan, begitu juga dengan sel telur ibu yang kurang sehat.

Post a Comment

0 Comments