Honey For Beauty Skin

iPods Bikin Telinga Berdengung

 Musik salah satu cara pendongkrak semangat Honey for beauty skin
Musik salah satu cara pendongkrak semangat, musik menciptakan hidup lebih hidup, tapi apa akibatnya bila musik bikin indera pendengaran berdengung? Tentu bukan musik yang bikin indera pendengaran 'ngungung', tapi sikap kita mendengarkan musik yang menciptakan pendengaran jadi tak tajam lagi.

Para peneliti di Australia menemukan sekitar seperempat pengguna iPods mengalami gangguan pendengaran. iPods mania atau pemakai portable music players lainnya sering beresiko mengalami kenaikan indera pendengaran berdengung (tinnitus) atau duduk kasus pendengaran lainnya, kecenderungan ini lebih banyak dijumpai pada pengguna iPods yang gila-gilaan memutar volume iPods-nya.

National Acoustic Laboratories di Sydney meminta para responden mendengarkan musik dengan volume sebanding dengan perangkat bermesin motor (ie: mesin bor). Para peneliti menemukan bahwa tingkat dengungan (tinnitus) akan meningkat alasannya yaitu pendengaran tak dapat lagi mengadopsi kebiasaan normal indera pendengaran mereka.

Penelitian tersebut mencatat sekitar 25 persen responden cenderung mendengarkan iPods ataupun portable musik lainnya dalam kapasitas 'bising' sebanding dengan tingkat kebisingan suara-suara pada alat pemotong rumput maupun perangkat bermesin motor, dengan rata-rata intensitas diatas 85 decibels.

Dalam ukuran normal, orang dengan pendengaran normal audiogram-nya terletak antara 0 hingga 20 decibels, lebih dari 30 decibels dengan rentangan hingga 100 desibel berarti ada gangguan pendengaran.

Ukuran intensitas pendengaran normal dicatat dalam bentuk audiogram, dimana audigram yang terletak antara 30 hingga 40 decibels termasuk gangguan ringan. Dari 40 hingga 60 decibels termasuk skala sedang. Antara 60 hingga 90 desibel sudah berat. Sebagai gambaran, bunyi mesin bor jalanan sama dengan 100 desibel. Mesin pesawat terbang 120 desibel. Sedang ruangan yang hening kira-kira sekitar 30 hingga 40 desibel.

"Menikmati alunan musik disco, menghadiri pesta dansa, bekerja di pabrik, mendengarkan musik sambil berkendara atau hanya mendengarkan musik didalam kamar, apapun kondisinya bila mengganggu indera pendengaran hal tersebut sudah termasuk kategori 'kebisingan'," ujar Professor Harvey Dillon, pencetus penelitian.

"Akan lebih baik bila mendengarkan musik dalam frekuensi normal, mungkin gangguan ini tak tampak dalam waktu erat namun tak menutup kemungkinan memicu gangguan yang lebih berat beberapa tahun mendatang," tambah Prof. Dillon.

Post a Comment

0 Comments